Kebanyakan atlet yang menjadi juara, para profesional mencapai puncak karier, dan siapa pun yang meraih sukses, pasti pernah bergumul dengan stres. Jadi, stres ada gunanya dalam kehidupan kita, asal kita mau berdamai dalam arti mengelola stres dengan baik. Bukannya membiarkan diri dikuasai stres.
Stres merupakan cara tubuh bereaksi terhadap suatu hal atau kejadian. Sebetulnya tak jauh beda dengan bersin bersin atau batuk. Selama ini orang cenderung bersikap antipati terhadap stres, dan langsung mengaitkannya dengan berbagai hal negatif. Memang, bila didiamkan, stres kronis bisa menyebabkan peradangan di dalam tubuh, meningkatkan risiko sakitjantung, kegemukan, kanker payudara, dan lainnya.
"Dalam dosis kecil, stres justru penting bagi kesehatan kita,"ungkap Dr. Carol J. Scott, ahli manajemen stres dan edukator kesehatan di Johns Hopkins University, seperti dirilis Huffpost. Tanpa stres hidup akan terasa membosankan tiada motivasi, tapi terlalu banyak stres akan bikin sakit.
Kuatkan Sistem Imun
Stres jangka pendek akan memacu produksi zat kimia pelindung dan meningkatkan aktivitas sel-sel imun yang akan meningkatkan daya tahan tubuh."Stres akan dengan cepat memobilisasi tim pelindung tersebut untuk menjaga kesehatan " ujar Firdaus Dhabhar, Ph.D, direktur riset di Stanford University Center in Stress and Health. Hasilnya, otak dan tubuh akan terpacu dan berfungsi baik.
Stres yang melintas justru akan menguatkan sistem imun, membuat vaksinasi lebih efektif, dan mungkin bisa melawan kanker tipe tertentu. Sedikit hormon stres juga dapat mengasah memori.

Tahun 2009, penelitian di University at Buffalo, New York, AS, menemukan bahwa saat tikus dipaksa berenang - aktivitas yang membuat mereka stres -justru mereka jadi ingat jalan keluar dari jalur yang ruwet. Kemampuan mereka lebih baik ketimbang tikus tikus yang tidak dipapar stres.
Penulis buku The De-Stress Diva's Guide to Life, Ruth Klein, menyatakan bahwa kuncinya adalah keseimbangan. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk mencermati "suhu"stres, agar tetap di bawah titik didih.
Hidup Lebih Berwarna
Supaya stres tak sampai menaikkan tekanan darah, bikin tidur tak nyenyak, pencernaan kacau, imunitas payah, atau seks jadi logo, kita harus menjadikannya teman. Carol menyarankan agar kita menggunakan kemampuan berpikir untuk merambah setiap kemungkinan untuk keluar dari kondisi stres, sebelum menyerahkan diri pada risiko penyakit. Ingat, katanya, bahwa kondisi streslah yang membuat kita bertahan hidup. Saat merasa cemas, tulis kecemasan itu tentang apa, hal terburuk yang bisa diakibatkannya, juga hal terbaik yang bisa dilahirkannya, lalu pikirkan untuk bertindak dan bersiap menghadapi akibat apa pun yang muncul.
Menggali pengalaman sangat penting karena mungkin Anda punya best practise untuk solusi masalah yang kini dihadapi. Cari kemungkinannya dan tetap mengontrol pikiran. Jika Anda memutuskan melakukan hal yang membuat stres, lakukan persiapan, misalnya jika harus presentasi di depan pimpinan, lebih dulu siapkan dan pelajari materi. Dari sisi emosi, siapkan diri dengan melakukan rileksasi, visualisasi, meditasi, atau yang lain. Dengan menghadapi dan berhasil mengendalikan stres, hidup kita akan makin terarah, lebih berwarna, dan juga sehat. (ajy)
Belum ada tanggapan untuk "Ternyata Stres Bagian Dari Kesehatan Seseorang Apabila Bisa Dikendalikan Dengan Baik"
Posting Komentar