Lupus bukanlah penyakit mematikan. Sebuah studi di Fakultas Kedokteran di RS Queen Mary, Hong Kong, seperti dirilis jurnal Rheumotology, menyatakan bahwa 80-90 persen pasien lupus bisa hidup normal dan panjang usia. Kuncinya, menjalani pola hidup sehat dan pengobatan secara rasional.
Penyakit LUPUS juga mengenal stadium. Ada yang ringan, sedang, dan berat. Penyakit peradangan kronis ini bisa mengenai kulit, sendi, darah, ginjal, hingga otak. Namun, bagi mereka dengan kekambuhan berat pun ada peluang untuk hidup lama dengan kualitas relatif baik, melalui pengobatan yang tepat.
Cukup banyak penyandang lupus yang memiliki kualitas hidup baik. Di dalam negeri ada Tiara Savitri, pendiri Yayasan Lupus Indonesia, dan Dian Syarief, pendiri Syamsi Dhuha Foundation di Bandung.
Selebriti dunia, sebut raja Seal. Bekas luka di wajah penyanyi ini akibat discoid lupus erythemolosus, jenis lupus yang mempengaruhi kulit. "Orang dengan discoid lupus sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet, jadi harus hati-hati terhadap paparan matahari,"ujar Dawn Isherwood, edukator kesehatan dari Lupus Foundation of America, seperti dikutip sites yayasan tersebut.
Artis Toni Braxton juga terkena lupus. Dan obat kortikosteroid yang diasupnya membuat berat badannya bertambah. "But we're still fabulous!" ujar pelantun lagu Un-Break My Heart ini dengan percaya diri. Braxton juga mengalami kanker payudara. Ditambahkan oleh Isherwood, olah raga akan membantu mengelola berat badan dan memperbaiki kualitas hidup para penyandang lupus.
Menguatkan Otot
Olah raga teratur sebaiknya tetap dilakukan penyandang lupus karena akan bermanfaat meminimalisasi stres, menjaga jantung tetap sehat, memperbaiki otot yang kaku, menambah kuat otot, menambah kemampuan gerak, dan mencegah keropos tulang.

Berenang, jalan kaki, bersepeda, aerobik low-impact, yoga, pilates, dan peregangan, boleh dilakukan orang dengan lupus. Jika otot nyeri atau persendian bengkak, tentu harus menghindari gerakan yang menggunakan banyak sendi dan otot. Dan bila cepat merasa lelah, ada baiknya untuk mengurangi kecepatan. Yang penting jangan menyerah untuk berolah raga karena malah akan membuat otot-otot cepat melemah.
Aktivitas fisik atau olah raga apa pun yang dipilih sebaiknya didiskusikan dengan dokter, supaya olah raga itu memberikan hasil optimal dengan risiko minimal.
Gizi Seimbang & Beragam
Tak ada diet khusus untuk lupus Yang penting diet sehat, yaitu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan beragam, terutama banyak buah dan sayur, biji-bijian kaya serat, membatasi konsurnsi daging merah dan unggas.
Asam lemak omega-3 membantu penyandang lupus mengurangi peradangan dan risiko penyakit jantung koroner,juga membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Konsurnsi suplemen atau herbal sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Karena ada tablet suplemen, salah satunya alfalfa, yang bisa memicu munculnya sindrom semacam lupus (nyeri otot, letih, masalah ginjal, dan lainnya) atau membuat lupus kambuh.
Untuk mencegah osteoporosis bisa mengonsumsi makanan kaya kalsium setiap hari, seperti sayuran hijau, keju, yoghurt, susu, plus vitamin D. Baik juga untuk mencukupi kebutuhan cairan. Sebaliknya mengurangi asupan garam untuk mencegah retensi air yang bisa menimbulkan bengkak. (ytg)
Belum ada tanggapan untuk "Adakah Orang Di sekitar Anda Menderita Penyakit Ini, Agar Tidak Menular, Cegahlah Dengan Cara Ini "
Posting Komentar