Cukup banyak waktu kita habiskan di ruang keluarga, sambil menonton televisi
dan bercengkerama sesama anggota keluarga. Kebersamaan yang mesra ini janganlah
diracuni oleh zat-zat tak kasat mata dari mulai jamur bakteri, parasit, dan zat
kimia yang da- tang dari bahan pembersih maupun perabot di rumah.
Memang tidak selalu seketika itu juga kita mengalami gejala, saat leyeh-leyeh di sofa atau berbaring santai di karpet ruang keluarga. Namun, bagi orang yang sensitif, tungau atau debu di karpet bisa membuat kulitnya gatal, muncul bintik merah atau malah bentol bentol.
Tak hanya mikroorganisme. Paparan zat kimia yang berkeliaran di rumah dan tak terlihat mata juga tidak tercium oleh hidung, mudah pula menimbulkan gejala semacam alergi.

Untuk melindungi diri, kita mesti tahu zat-zat apa saja yang membahayakan kesehatan dan sebaiknya disingkirkan segera dari dalam rumah. Kemudian, mengganti zat kimia dengan bahan-bahan organik yang lebih aman.
Memang biayanya bisa terkesan lebih mahal. Namun, dalam jangka panjang kita akan merasakan jauh lebih hemat bersikap go green daripada jika kita harus berobat akibat paparan zat beracun tersebut.
Inilah zat-zat yang bisa meracuni hidup kita:
Formaldehyde
The International Agency for Research on Cancer menggolongkan bahan kimia ini sebagai karsinogen atau dapat memicu kanker. Paparan zat ini bisa menimbulkan gejala sakit di tenggorokan, hidung, mata, iritasi kulit, juga memperburuk asma dan gangguan pernapasan.
Zat ini biasa digunakan dalam pembuatan karpet, sofa, papan dari bubuk kayu yang dicampur lem (partikel) yang menjadi bahan lemari, rak buku, penutup lantai, dll.
Pilih perabot rumah tangga dari kayu asli, bukan papan partikel. Jika membeli karpet bare atau sofa, angin-anginkan dulu di garasi 1-2 hari, supaya gasnya (VOC) menguap. Sofa dan karpet yang sudah digunakan juga harus rutin dicuci atau dibersihkan sehingga tak sempat dihuni banyak tungau.
Karbon monoksida
Menurut EPA, uap karbon monoksida dapat menyebabkan keluhan sakit kepala, mual, dan keletihan. Agar zat yang tak terlihat ini tidak mengganggu, pastikan pemanas mendapat perawatan dengan baik. Cek detektor karbon monoksida secara teratur, apakah bekerja dengan baik.
Zat ini akan diproduksi dari proses pembakaran yang tak sempurna, juga peralatan yang tidak terawat, seperti pemanas air, perapian, alas pembakar yang menggunakan arang, dll. Penyaring pada sistem pemanas juga bisa menyebabkan polusi karena ditumbuhi jamur. Ganti penyaring sekitar tiga bulan sekali agar lebih aman.
Kuman penyakit
Para peneliti dari University of Arizona, AS, menyatakan bahwa sebagian besar bakteri ditemukan pada sol sepatu atau alas kaki, termasuk Ecoli. Jadi kalau tidak melepas alas kaki waktu masuk rumah, tak ayal ruang keluarga bakal dipenuhi kuman. Membersihkan atau mencuci sepatu, menurut studi di unviersitas tersebut, bisa mengurangi bakteri hingga 90 persen.
Jamur dan lumut
Paparan jamur bisa memicu terjadinya gangguan di saluran pernapasan dan sinus, sakit kepala, iritasi di mata, gejala seperti flu, dan ruam di kulit. Mikroorganisme tersebut menyukai tempat yang lembab seperti kamar mandi dan dapur. Dinding atau langit-langit rumah yang lembab juga bisa menjadi tempat nyaman bagi jamur. Karena itu, menjaga kebersihan rumah sangat penting untuk mencegah perkembangbiakan jamur. Mengontrol kelembaban di dalam rumah, dan membenahi langit-langit rumah yang rusak, bisa membantu mengurangi tumbuhnya jamur. (jgr)
Belum ada tanggapan untuk "Tenyata Ruang Tamu, Terpapar Zat Zat Beracun Ini Dia"
Posting Komentar