Penambahan vitamin dan mineral ke
dalam rnakanan ditujukan untuk membantu mempertahankan atau meningkatkan
kualitas nutrisi, juga mencegah dan mengoreksi malanutrisi di
masyarakat. Fortifikasi iodium misalnya, di sejumlah negara memberi efek
positif, yakni berhasil menekan kasus gondok.
Fortifikasi
tersebut akan Berguna jika memang diperlukan Orang-orang yang tinggal
dikawasan dekat kutub yang teramat dingin misalnya, tempat yang sulit
sekali merasakan hangatnya sinar matahari, sangat memerlukan makanan
yang difortifikasi vitamin D. Apalagi vitamin D juga tidak mudah
diperoleh dari makanan alami sehingga fortifikasi bisa menjadi sumber
terbaik.
Setiap
negara tentu merniliki peraturan untuk mendukung fortifikasi yang aman
dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Di Kanada misalnya, penambahan
nutrisi ke dalam makanan ini diatur oleh Food and Drug Regulations,
semacam BPOM di Indonesia.
Vitamin
yang dapat ditambahkan pada makanan meliputi vitamin A, D, E, K, D, B1
(thiamin), B2 (riboflavin), B6, B12, niasin, folat, asam pantotenat, dan
biotin. Sementara mineral yang ditambahkan adalah sodium, kalsium,
magnesium, fosfor, besi, zink, yodium, potasium, klorida, tembaga,
mangan, selenium, kromium, fluorida, kobalt, tin, molibdenum, vanadium,
nikel, dan silikon. Malanutrisi tak hanya mengacu pada kondisi
kekurangan nutrisi, tetapi juga kelebihan, karena sama-sama bisa
memberikan dampak buruk.
Konsumsi
vitamin A berlebihan dapat menyebabkan carat bawaran, kebanyakan asupan
folat memicu kerusakan sistem saraf dan komsumsi kalsium yang
berlebihan dapat mengganggu ginjal.
Untuk
memastikan tingkat keamanan tersebut, pemerintah Selandia Baru sempat
menunda fortifikasi asam folat pada roti hingga pertengahan tahun 2012.
Fortifiaksi
asam folat ini baik untuk para perempuan usia subur. Departemen
kesehatan setempat juga menganjurkan agar perempuan usia produktif yang
sedang berusaha hamil untuk mengonsumsi suplemen asam folat 800
mikrogram/hari selama empat minggu sebelum konsepsi dan selama 12 minggu
pertama kehamilan.
Doktor
bidang kedokteran naturopati dari Toronto, Kanada, Cara Macmullin
mengharapkan agar kita tidak terlalu bergantung atau mengandalkan
makanan fortifikasi. Selama kita makan aneka ragam makanan alami, dan
memilih yang sehat, tubuh akan mendapatkan nutrisi yang diperlukan.
la pun mengajak kita bersikap cerdas menyikapi fortifikasi, misalnya dengan cara berikut.
* Fortifikasi asam lemak omega-3
Menurut
Macmullin, makanan yang diperkaya dengan omega-3 tidak terlalu memberi
manfaat bagi tubuh. Disarankan agar kita nenambahkan asupan omega-3
secara alami dari ikan atau mengonsurnsi suplemen minyak ikan yang
bermutu. Makan alpukat atau ngemil walnut, sejenis kacang kenari, juga
bagus untuk memberi tubuh omega-3. Sementara minyak kanola dan zaitun
akan menyumbangkan omega-6 dan omega-9.
* Probiotik dari yoghurt
Probiotik
sangat balk untuk membantu mengatasi masalah pencernaan seperti diare
dan sembelit,juga untuk membangun kekebalan tubuh, dan mencegah infeksi.
Akan lebih baik jika memilih yoghurt rendah lemak dan tanpa tambahan
pemanis apa pun, sebagai sumber probiotik. Supaya yoghurt enak saat
disantap, bisa ditambahkan madu murni dan buah-buahan segar.
* Jus difortifikasi kalsium
Jus
kemasan urnurnnya tinggi gula dan kurang vitamin D sehingga penyerapan
kalsium yang ada di dalamnya menjadi tidak optimal. Alih-alih mendapat
kalsium, malah tambahan gula yang diperoleh tubuh. Cukup banyak
alternatif sumber kalsium bagi yang tak suka susu, seperti brokoli dan
sayuran hijau lainnya, oatmeal, dan almon.
* Jus antioksidan
Buah-buahan
secara alami memang kaya akan antioksidan, flavonoid, serat, dan
berbagai vitamin serta mineral. Mengonsumsi jus yang diperkaya
antioksidan, dan biasanya harganya lebih mahal daripada jus biasa, belum
tentu menjamin pemenuhan antioksidan bagi tubuh. Menjadi lebih
bernilai,jika kita mendapat antioksidan dari mengonsumsi aneka
buah-buahan segar. Atau membuat jus buah sendiri, tanpa tambahan gula
•(aju)
Belum ada tanggapan untuk "Makanan Yang di Perkaya Tambahan Vitamin (Fortifikasi) Baik atau buruk Untuk Kesehatan Anda?"
Posting Komentar