Jalanan di Kota Bangkok hampir mirip Jakarta. Macet Bedanya, di Bangkok sudah tersedia BTS (skytrain) dan MRT yang memudahkan warganya dan para turis untuk menjelajah tempat wisata serta pusat-pusat belanja.
Saat ini, sudah banyak perusahaan penerbangan yang melayani rute ke Bangkok, termasuk dari Jakarta.
Berbekal tiket promosi dari sebuah airline yang berbasis di Singapura ditambah cerita panjang lebar dari seorang teman yang tinggal di Bangkok, Lia, akhirnya awal bulan lalu, Negeri Gajah itu pun saya kunjungi. Sebelum berangkat, Lia sempat menuliskan tempat-tempat yang perlu didatangi, termasuk cara menuju ke tempat itu.
Ada 15 Ribu Kios
Chatuchak menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Pasar terbesar dengan 15 ribu kios ini menjual segala macam barang. Tinggal pilih, mau pashima, makanan kering, sepatu, tas, baju, sampai tanaman hias dan bibit buah, semua ada di sana.

Sepintas mirip Taman Puring yang ada di wilayah Jakarta Selatan, tetapi Chatu chakjauh lebih luas. Dan pasar ini hanya buka di akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu. Beruntung waktu itu saya datang di akhir pekan. Jadi masih berkesempatan mendatangi Chatuchak.
Tidak sulit untuk mencapai pasar terbesar yang juga dikenal sebagai JJ Market itu. Tinggal naik BTS dari stasiun Ratchathewi ke arah Mo Chit dari hotel tempat kami menginap yang berlokasi di daerah Petchaburi. Turun di stasiun Mo Chit yang merupakan stasiun terakhir.
Dari stasiun ini, Anda tinggal berjalan kaki (bisa melintasi Taman Chatuchak) untuk ke pasar ini. Ada baiknya Anda mengingat-ingat pintu masuk agar tak kesulitan saat pulang dan menuju ke stasiun BTS. Selain itu, kalau memang berniat belanja dalam jumlah besar, lebih balk membawa troli, seperti yang banyak dilakukan oleh turis maupun warga setempat.
Di sini, Anda bisa membeli aneka barang. Mulai dari kaos hingga buah imitasi. Harganya pun cukup miring, apalagi kalau membeli dalam partai besar. Menawar barang juga diperbolehkan. Kalau penjual tidak mengerti bahasa Inggris yang kita ucapkan, tinggal gunakan kalkulator saja.
Saking besarnya tempat ini, menurut Lia, satu hari tidak cukup untuk menjelajah Chatuchak. Dan berhubung udaranya cukup panas, gunakan pakaian yang nyarnan. "Jangan lupa pakai tabir surya dan bawa payung. Supaya tidak kepanasan," kata Lia.
Kalau haus dan lapar, tak perlu khawatir. Ada banyak penjaja minuman dan buah segar yang berada di sekitar Chatuchak. Harganya tidak mahal. Buah segar seperti mangga, jambu air, semangka, dan pepaya hanya 20 baht (sekitar Rp7.000). Ada juga mango stickyrice yang dijual seharga 50 baht (sekitar Rp I7 ribuan).
Masih lapar juga? Anda bisa menyantap tom yam noodle yang berada di dekat clock tower. "Cari section 11 dan masuk terus hingga menemukan clock tower," ujar salah seorang penjaja di sana. Tomyom noodle dengan ayam harganya 150 baht (sekitar Rp 50 ribu). Dan halal!
Patung Budha Empat WajahSudah puas berkeliling Chatuchak, Anda bisa mampir ke Erawan Shrine atau patung Budha empat Wajah yang berada di dekat Siam Paragon. Posisinya berada di pojok perempatan sebuah jalan. Meski tempatnya kecil, banyak orang yang berkunjung dan berdoa di tempat itu.

Hari berikutnya, giliran Sungai
Chao Phraya yang menjadi tujuan bereksplorasi. Di sepanjang sungai ini, ada beberapa tempat wisata yang dapat dikunjungi.
Supaya rnernudahkan naik turun boat, lebih baik membeli one day pass seharga 150 baht. Anda bisa naik dan turun di dermaga mana saja serta mendapat buku panduan. Karena tujuan pertama adalah Wat Pho, saya turun di dermaga Tha Tien. Dari dermaga, Anda tinggal jalan kaki menunju Wat Pho.
Wat Pho merupakan salah satu candi tertua, terbesar, dan paling berpengaruh di Bangkok. Tempat ini sangat dikenal dengan Reclining Buddha sepanjang 46 meter. Untuk masuk ke tempat ini Anda hanya membayar 100 baht dan mendapat sebotol air mineral gratis.
Jika ingin ke tempat ini, sebaiknya tidak menggunakan tank top atau rok mini. Kalaupun sudah telanjur, mereka akan meminjamkan kimono. Dari Wat Pho, sebenarnya Anda bisa berjalan kaki ke arah Grand Palace. Sayangnya, saya sempat tertipu oleh seseorang di jalan tersebut. Menurutnya, Grand Palace pada hari itu tidak dibuka. Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk ke candi yang lain dengan menaiki tuktuk seharga 40 baht.
Sempat Ditipu
Saat di tengah perjalanan, saya sempat curiga. "Jangan-jangan karni dikerjai " Akhirnya saya meminta sopir tuk tuk untuk kernbali ke Wat Pho.
Khawatir bertemu orang yang menipu itu, saya naik boat lagi dan turun di dermaga Maharaj. Dan walah, Grand Palace dibuka! Hampir mirip Wat Pho, untuk masuk ke Grand Palace, tidak disarankan menggunakan celana pendek. Jadi, gunakan celana panjang dan baju yang rapi. Karena cuaca sangat panas, jangan lupa bawa payung atau topi, dan oleskan tabir surya. Dan jelajahilah seluruh area Grand Palace.
Menikmati KeheninganDi Grand Palace, ada banyak tempat yang bisa Anda lihat. Untuk berdoa atau sekadar duduk diam, menikmati keheningan dan keindahan patung yang ada di dalam ruangan tersebut. Seperti disebutkan dalam buku panduan, bangunan ini mulai didirikan tahun 1782, saat King Rama I memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke seberang sungai dari Thonburi.
Tempat ini merupakan tempat tinggal raja pertama dari Dinasti Chakri, dan kini dibagi menjadi tiga bagian utama.Yang utama termasuk Chakri Mahaprasat Hall, Dusit Mahaprasat Hall, dan Wat Phra Kaeo.
Kalau Anda datang di jam-jam tertentu, akan ada pemandu tur berbahasa Inggris.Tur gratis ini tersedia pada pukul 10.00, 10.30, 13.30, dan 14.00. (dys)
Belum ada tanggapan untuk "Inilah Beberapa Tujuan Wisata Di Negara Bangkok Thailand"
Posting Komentar