Rumah kita bisa jaii sarang penyakit, yang datang dari zat kimia atau debu, tungau, dan jamur yang dibiarkan
berbiak. Tak hanya bikin alergi atau gangguan fisik lain, rumah kotor juga menebarkan energi negatif yang menjadi polutan bagi mental kita. Buatlah rumah lebih bersih dan bebas zat racun, agar kita sehat serta nya-
man ada di dalamnya.
Kesibukan di luar rumah ditambah tak punya asisten rumah tangga, kerap menjadi alasan rumah tak tersentuh. Rumah jadi kotor dan berantakan. "Karpet'kan tampaknya bersih, tetapi coba kalau mata kita bisa melihat tungau, pasti kita bakal lari melihat ribuan tungau ada di karpet.Tungau itu merupakan salah satu pemicu alergi;' ujar Dr. Zakiuddin Munasir, Sp.A(K), dalam sebuah tolkshow.
Selain alergi akibat tungau, paparan zat kimia juga bisa menimbulkan gejala semacam gejala alergi, seperti sakit kepala, mata gatal, gangguan kognitif, sesak napas, bersin, batuk, pilek, dan kulit memerah.
Biasakan Hidup BersihSupaya anggota keluarga tak terpapar alergen (penyebab alergi), perilaku hidup bersih harus dibiasakan. Membersihkan rumah tentu harus rutin dilakukan. Dan pemilihan alas atau bahan pembersih sangat penting, agar rumah kita tidak dipenuhi zat-zat kimia beracun.
Menciptakan rumah yang ramah lingkungan, ramah bagi tubuh dan mental penghuninya bisa dilakukan dari hal kecil, misalnya langkah yang disarankan EPA (Environmental Protection Agency) ini:
* Cermat memilih produk
Berhenti menggunakan pembersih dari zat kimia, dan beralih ke produk ramah lingkungan, seperti campuran cuka dan air, atau baking soda dan air untuk menggosok kotoran serupa karat. Kilaukan jendela dengan campuran alkohol dan cuka sebagai bahan pembersihnya. Selalu cek alas pembersih yang digunakan tidak merusak atau meninggalkan goresan pada permukaan perabotan. Singkirkan juga perabotan yang mengandung zat racun.Tak harus sekaligus, tetapi secara bertahap saja.
* Buka jendela
Buka jendela dan pintu setidaknya selama satu jam setiap hari, untuk pergantian udara.
* Bersihkan sedikit setiap hari
Sediakan sedikit waktu setiap hari untuk membersihkan bagian rumah yang sering berantakan. Pungut pakaian kotor dari lantai, letakkan di keranjang cucian. Atau mengelap meja. Bereskan koran atau buku cerita anak yang berserakan. Banyak hal ringan bisa dilakukan untuk membuat rumah bersih dan rapi.
* Jadwal mingguan
Rancang jadwal untuk bersih-bersih yang lebih besar di akhir pekan, seperti membersihkan karpet, sofa, seprei, juga menguras isi kulkas dan membuang makanan yang tak layak lagi dikonsumsi. Jangan lupa membersihkan bagian-bagian yang kerap diabaikan seperti dinding kulkas, laci lemari, dispenser, pegangan telepon, papan ketik komputer, dan lainnya.
* Cuci gudang
Setiap enam bulan sekali dapat dilakukan acara "cuci gudang", misalnya menyingkirkan barangbarang yang sudah lebih setahun tak pernah digunakan. Memilah pakaian yang sudah tak terpakai tetapi masih layak untuk disumbangkan ke pihak lain yang memerlukan.
* Libatkan anak-anak
Ajak anak-anak membereskan mainan, sepatu dan kaus kakinya. Siapkan, laci-laci bawah sebagai tempat menyimpan mainan atau buku, agar anak bisa membereskan.
* Larangan merokok
Buatlah rumah bebas asap rokok, tak terkecuali untuk tamu. Bila ada yang ingin merokok, minta ia melakukannya di luar rumah. (uhj)
Belum ada tanggapan untuk "Rumah Anda Yang Terlihat Bersihpun Ternyata Menjadi Sarang Racun, Lihat Cara Mengatasinya"
Posting Komentar